Minggu, 23 Desember 2012

Limbah Gas dan Partikel


Limbah gas adalah penambahan gas ke dalam udara melampui kandungan alami akibat kegiatan manusia sehingga menurunkan kualitas udara.
Zat pencemar  melalui udara diklasifikasikan menjadi 2 yakni partikel dan gas.
Partikel adalah butiran halus dan kemungkinan masih bisa dilihat oleh mata telanjang.
Contoh : uap air, debu, asap, kabut, dan fume.
Pencemaran gas hanya dapat dirasakan melalui penciuman (aroma) atau akibat langsung.
Contoh : SO2, NOx, CO, CO2, hidrokarbon, dan lain-lain.
Beberapa zat yang berbentuk padat atau cair juga bisa mencemari udara. Dengan dipengaruhi temperatur dan tekanan tertentu maka zat tersebut berubah menjadi gas.
Contoh partikel dan gas yang merugikan kesehatan manusia : debu batubara, asbes, semen, belerang, asap pembakaran, uap air, gas sulfida, uap amoniak, dan lain-lain.

Faktor-faktor yang mempengaruhi pencemaran udara
-          Jenis limbah gas
-          Volume limbah gas
-          Waktu lamanya limbah gas di udara
-          Cuaca dan iklim
-          Arah dan kecepatan angin

Jenis Industri sebagai sumber pencemaran udara
1. Industri Pupuk
    Limbahnya : Uap asam, NH3, bau, partikel
2. Pabrik Pangan ( ikan, daging, minyak makan, bagase, bir)
    Limbahnya : Hidrokarbon, bau, partikel, CO, H2S, dan uap asam
3. Industri Pertambangan ( semen, aspal, kapur, batubara, karbida, serat gelas)
    Limbahnya : NOx, SOx, CO, HK, bau, partikel
4. Industri Metalurgi (tembaga, baja, seng, timah hitam, aluminium)
    Limbahnya : NOx, SO, CO, HK, H2S, Chlor, bau dan partikel
5. Industri Kimia (Sulfat, serat rayon, PVC, amonia, cat dan lain-lain)
    Limbahnya : HK, CO, NH3, bau dan partikel
6. Industri pulp
    Limbahnya : SOx, CO, NH3, H2S, bau.

Sumber penulisan : http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/kimia-industri/limbah-industri/limbah-gas-dan-partikel/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar